Indahnya Wisata Alam Curug Leuwi Hejo dan Leuwi Liuk | Air Terjun Sentul Bogor

Curug Leuwi Hejo memang pesonanya telah banyak di akui oleh khalayak umum. Keindahan air terjun dan panorama alam sekitar yang masih sangat asri, menjadi daya tarik tersendiri ditengah banyak wisata air terjun di Bogor

Kepopuleran Curug Leuwi Hejo seakan tak hilang, meskipun tempat ini pernah ditutup untuk umum, dikarenakan musibah longsor yang menimpa kawasan wisata tersebut. Akan tetapi, kini Leuwi Hejo telah dibuka kembali dengan perbaikan disegala sektor. Pihak pengelola menuturkan bahwa Curug Leuwi Hejo telah berbenah diri dan menambahkan segala fasilitas pendukung, serta pengamanan bagi setiap wisatawan yang datang. Sehingga para pengunjung tak perlu khawatir dan dapat merasa aman kala berada di kawasan wisata alam ini. 

Bila dalam kesempatan yang lalu, saya telah mengulas secara detail tentang Curug Kencana dan Curug Hordeng. Maka kali ini saya kembali mengangkat nama Curug Leuwi Hejo untuk menjadi sorotan utama dalam konten artikel kali ini. Letaknya yang masih dalam satu jalur menjadi alasan utama, selain sejuta keseruan yang dimiliki oleh wisata air terjun di Sentul yang satu ini. Penasaran dengan suasananya? kamu dapat simak dalam ulasan dibawah ini. 

Pada hari ini saya akan memaparkan secara detail perihal indahnya wisata alam Curug Leuwi Hejo dan Leuwi Liuk atau air terjun Sentul Bogor. Semoga kiranya dapat berguna dan bermanfaat bagi kamu ataupun para pembaca yang budiman dimanapun berada.

leuwi hejo
welcome to Curug Leuwi Hejo

Bukan rahasia umum, jikalau daerah Sentul, Bogor terkenal dengan segala potensi wisata. Sebagai kawasan terpadu dan sebagai daerah pendukung ibukota Jakarta, kehadirannya tak bisa dipandang sebelah mata. Pesona tiada akhir terdapat disegala sektor, mulai dari hunian elite hingga estetika tata kota yang cukup menawan. Dibalik segala kepopuleran daerah Sentul, ternyata masih menyimpan keunikan lain yakni wisata alam di Sentul berupa air terjun atau curug. Dimana bahkan terdapat lebih dari 12 lokasi curug yang mempunyai keunikannya masing-masing. Akan tetapi dari sederet nama-namanya curug yang berada di Sentul, tentulah terdapat beberapa curug yang menjadi tujuan terfavorit bagi banyak para wisatawan. Salah satu curug yang cukup terkenal seperti Curug Leuwi Hejo. Mendengar akan keindahan dari tempat ini, membuat hati ini tergerak untuk mengunjungi secara langsung. Kebetulan tepat pada 29/11/2016, saya dan beberapa kerabat berkesempatan untuk datang berkunjung.

Keindahan yang dimiliki oleh Curug Leuwi Hejo mampu membuat siapapun berdecap kagum. Berlokasi di Desa Mangun Cileungsi, Karang Tengah, Babakan Mandang. Untuk akses menuju lokasi Curug Leuwi Hejo, sama seperti halnya untuk menuju Curug Kencana atau Curug Hordeng. Dimana sebagai cek point pertama, kamu diharuskan menuju pos pintu masuk Jungle Land, Sentul. Kemudian sesampainya di pos tersebut, tepat disisi kanan terdapat sebuah gang, belok kearah gang tersebut dan ikuti jalannya terus hingga kamu menemukan sebuah pecahan jalan. Ambil arah kiri dan kemballi ikuti jalannya hingga terus menanjak dan kamu akan melewati beberapa lokasi curug lainnya. Dari gang untuk masuk Curug Putri Kencana, kamu dapat lurus saja hingga menemukan sebuah gang masuk Curug Leuwi Hejo, yang ditandai oleh beberapa spanduk bertuliskan "Selamat Datang Di Wisata Alam Curug Leuwi Hejo".

jembatan
lewati jembatan ini

plang petunjuk
plang rute jalan
gang cuug kencana
dari gang masuk Curug Putri Kencana lurus ikuti jalan saja
gang curug leuwi hejo
gang masuk Curug Leuwi Hejo
Sesampainya di gang tersebut maka kamu akan menemukan sebuah pos masuk pertama, kemudian kamu akan dikenakan biaya retribusi untuk masuk sepeda motor sebesar Rp. 8000/motor dan untuk kendaraan bermobil biasanya dikenakan sekitar Rp. 15.000/mobil. Setelah menyelesaikan kewajiban tersebut, kamu akan berjalan kembali untuk menuju kawasan tempat parkir kendaraan. Tak terlalu jauh, terdapat pos masuk kedua yang akan kamu temui. Pada pos tersebut, kamu akan dikenakan biaya masuk sebesar Rp. 15.000/orang. Mengunjungi Curug Leuwi Hejo memang lebih baik jika kamu menggunakan sepeda motor, pasalnya bila kamu menggunakan mobil maka kamu akan parkir di area parkir bagian depan sebelum pos masuk kedua. Hal tersebut secara otomatis membuat kamu diharuskan berjalan menurun terlebih dahulu dengan jarak sekitar +- 300 meter untuk menuju pintu masuk utama. Namun bila kamu menggunakan sepeda motor, kamu dapat memarkirnya di area parkir terakhir dekat pintuk masuk tersebut. Cukup menghemat tenaga bukan?

pos pertama
pos pertama

tiket
tiket pada pos masuk pertama
pos kedua
pos kedua
mengantri di pos kedua
antri pada pos masuk kedua
tempat parkir terakhir
suasana tempat parkir motor paling akhir
Pada kawasan wisata alam Curug Leuwi Hejo terdapat pula beberapa curug lainnya seperti Curug Cepet, Curug Leuwi Liuk dan Curug Barong. Seperti dalam penjelasan di atas, bahwasanya dari setiap air terjun memiliki karakteristik dan keunikan tersendiri. Sehingga dapat mengunjungi ke beberapa lokasi curug akan menjadi sebuah paket liburan yang cukup lengkap, tentulah akan menjadi pengalaman seru kala berlibur di tempat ini.

Sebagai destinati pertama kali ini, saya mengunjungi terlebih dahulu lokasi Curug Cepet. Dengan lama perjalanan sekitar 30-50 menit, kamu akan menyusuri jalan setapak menaiki sebuah bukit. Dimana jalur yang akan dilalui berupa tanah dan bebatuan dengan type karakteristik yang tak terlalu terjal, namun tak landai pula, sehingga akan cukup mengeluarkan keringat, terlebih bilamana kamu adalah jenis orang yang kurang berolahraga. Seperjalanan menuju Curug Cepet kamu akan menemukan sebuah pos kembali, dimana pada pos tersebut kamu akan dikenakan biaya partisipasi untuk merawat kawasan wisata alam ini sebesar Rp. 5000/orang. Menurut petugas yang saya temui menuturkan, bila ingin menginap di kawasan ini kamu akan dikenakan biaya sekitar Rp. 40.000/orang, lalu untuk ijin berkemah dengan menggunakan tenda yang kamu bawa sendiri , sudah tak dikenakan biaya tambahan lagi. Dari semua biaya yang telah dikeluarkan untuk mengunjungi Curug Leuwi Hejo ini, total sekitar Rp. 28.000/orang (bila tidak menginap dan menggunakan sepeda motor). Sepintas biaya tersebut di nilai cukup wajar untuk sebuah tempat wisata alam yang sudah komersil.

petunjuk jalan
papan petunjuk

Setelah melewati pos tersebut dan berjalan tak terlalu lama, maka kamu akan menemukan sebuah jembatan bambu. Jembatan tersebut pertanda, bilamana kamu telah tiba di lokasi Curug Cepet. Di tempat ini terdapat sungai dengan berbagai ukuran batu yang terhampar. Curug Cepet mempunyai bentuk air terjun yang tak terlalu tinggi, kurang lebih hanya setinggi 1-1.5 meter saja yang langsung terjun ke dalam kolam sedalam 1 meter. Menurut warga penjual warung, letaknya yang diapit oleh tebing di sisi kanan dan kiri membuat curug ini dinamakan "Cepet". Sepintas memang curug ini kurang memiliki kelebihan, sehingga banyak dari para wisatawan yang datang beranggapan bahwasanya curug ini kurang menarik. Namun cukuplah untuk menjadi curug pembuka kala berada di kawasa wisata ini. Mencoba kesegarannya dengan berenang adalah hal wajib, dengan air kolam yang cukup jernih dan segar, membuat badan ini kembali fresh sehabis lakukan treking/berjalan kaki.

leuwi cepet
suasana Curug Cepet
curug cepet
byurrr... pemanasan di Curug Cepet dulu
Untuk destinasi selanjutnya, kamu dapat langsung menuju lokasi Curug Leuwi Liuk. Sebetulnya terdapat dua opsi untuk menuju tempat ini. 
  • Pertama kamu dapat menyebrangi aliran sungai, dengan cara berenang melewati kucuran Curug Cepet. Dengan menggunakan opsi ini maka kamu tak perlu berjalan darat yang diharuskan mendaki keatas terlebih dahulu, tentu itu akan menghemat waktu serta tenaga. Namun konsekuensinya bila kamu membawa barang, resiko basah akan menjadi permasalahannya.
  • Kedua kamu dapat menggunakan jalur darat yang berada disisi kiri Curug Cepet. Kamu dapat berjalan menaiki jalur menanjak yang telah dibuat berbentuk tangga. Dikarenakan jalur ini biasa digunakan para wisatawan sehabis berenang di Curug Cepet, maka tanahnya sedikit licin sehingga kamu diharuskan berhati-hati melangkah.
Tak lama berselang maka kamu akan menemukan lokasi Curug Leuwi Liuk. Memiliki bentuk aliran yang sungai yang melebar. Terdapat sebuah kolam dengan air yang berwarna hijau tosca berbentuk belok. Dari bentuk kolam tersebutlah nama Leuwi Liuk di ambil, yang memiliki arti "Leuwi adalah kolam" dan "Liuk adalah belok". Bila melihat dari ujung kolam, kamu tak akan melihat air terjun tersebut. Namun bila berenang ketengah, barulah diujung bentuk belok kolam terlihat sebuah air terjun setinggi 2-3 meter. Namun bagi yang kurang pandai berenang diharap berhati-hati karena kolam ini memiliki kedalaman sekitar 1.5-2 meter.

curug leuwi liuk
view Curug Leuwi Liuk dari atas

Dengan warna air hijau tosca dan kolam yang terapit oleh tebing tinggi, maka sepintas kamu akan teringat Green Canyon, Pangandaran. Ya, memang seperti itulah suasana Curug Leuwi Liuk yang cukup unik. Keunikan lainnya ialah dari bebatuan yang berada di sekitar curug ataupun aliran sungai, hampir kebanyakan tak terdapat lumut, cukup aneh memang mengingat batu-batu tersebut selalu basah oleh air. Bagi kamu yang cukup memiliki nyali dan ingin mencoba sensasi lainnya, kamu dapat melompat/cliff jumping dari tebing sisi kanan, dimana sudah diberikan tali yang memudahkan kamu naik. Dimana di tebing ini kamu bisa memilih sendiri lokasi dan ketinggian untuk melompat kedalam kolam. Kesan mendebarkan mungkin saat pertama dirasakan, namun setelah mencobanya dipastikan kamu akan ingin mencobanya kembali. Berenang sepuasnya dan berfoto ria merupakan hal wajib bilamana kamu berada di Curug Leuwi Liuk. Siapkan kamera underwater kamu, untuk mengabadikan setiap momentnya. Puas berada di kawasan curug ini, kamu dapat melanjutkan kembali petualangan kamu untuk menuju Curug Leuwi Hejo.

berfoto ria di leuwi liuk
berfoto ria dong

lompat di leuwi liuk
naik ke tebing sisi kanan Curug Leuwi Liuk


Kembali treking menyusuri jalur setapak, seraya melihat panorama alam indah berupa lereng bukit dan lembah menjadi bonus penyemangat langkah kaki. Tak lama berselang maka kamu akan menemukan pecahan jalur antara Curug Barong dan Curug Leuwi Hejo. Bila kamu ingin menghemat waktu, kamu dapat langsung menuju Leuwi Hejo dengan belok kekanan menuruni jalan. Gemericik suara air terjun menjadi pertanda bilamana kamu akan segera tiba di lokasi Curug Leuwi Hejo. Sesampainya di lokasi, kamu akan tersentak akan keindahan curug yang satu ini. Memiliki beberapa kolam berundak yang terbentuk dari susuan batu, serta air berwarna biru jernih seakan membuat diri tak sabar untuk berenang bersamanya. Asal mula nama curug ini awalnya dikarenakan warna air dari kolam air terjun ini, sehingga dinamakan "Hejo" yang berarti "Berwarna Hijau".

treking
yuk jalan lagi

berselfir ria
selfie dulu dong
pintu pos di leuwi hejo
pos Curug Leuwi Hejo
jembatan bambu
jembatan bambu menuju Leuwi Hejo
Penasaran akan pesonanya, cobalah berjalan naik keatasnya. Dimana terdapat sebuah air terjun setinggi 4-7 meter, begitu deras mengalir jatuh kedalam kolam sedalam sekitar 3.5 meter. Dikarenakan cukup dalam, kamu diharuskan berhati-hati. Bila ingin naik keatas air terjun tersebut, sudah dilengkapi tali pengaman yang dapat digunakan sebagai pegangan. Berdiri diatas Curug Leuwi Hejo, membuat bibir penuh dosa ini berdecap kagum. Melihat segala panorama alamnya dari ketinggian membuat takjub diri ini. Sebetulnya di atas curug ini terdapat sebuah air terjun yang tak terlalu tinggi, namun air terjun ini tak diberi nama. Berada di atas Curug Leuwi Hejo, tak di sia-siakan dengan mencoba sensasi melompat kembali. Adrenalin yang dirasakan memang 2x lipat jika dibandingkan saat mencoba melompat di Curug Leuwi Liuk sebelumnya. Dengan kedalaman kolam yang cukup dalam, memang memberikan tantangan tersendiri. Namun tak perlu khawatir, pasalnya begitu kamu melompat dan tercebur kedalamnya, kamu akan secara otomatis terdorong oleh aliran air ke sisi kolam, sehingga cukup aman.

berfoto di leuwi hejo
serunya Curug Leuwi Hejo
Bicara perihal fasilitas sebagai tempat wisata, Curug Leuwi Hejo sudah dilengkapi dengan fasilitas yang cukup memadai. Fasilitas yang dapat ditemui seperti toilet yang tersebar hampir diseluruh kawasan, musholah, tempat parkir yang cukup luas hingga pengawas tim SAR yang siap membantu. Untuk waktu berkunjung terbaik biasanya pada pagi mulai jam 09.00 WIB-17.00 WIB, dimana biasanya bila sore hari telah tiba akan ada seorang petugas yang akan menginformasikan. Lelah dan lapar setelah berpetualang, tak perlu khawatir telah tersedia banyak warung diseluruh area kawasan, sehingga kamu dapat bebas memilih.

papan pengumuman
papan peringatan
*Tips
  • Dikarenakan banyaknya lokasi curug, disarankan agar kamu dapat menjelajah kebanyak lokasi, sebaiknya kamu kunjungi terlebih dahulu Curug Cepet-Curug Leuwi Liuk-Curug Barong-Curug Leuwi Hejo. Dengan cara demikian kamu akan lebih menghemat tenaga, bila kamu lakukan secara mengacak, maka dipastikan kamu tak akan dapat mengunjungi kesemua tempat itu, pasalnya jalan akan memutari bukit.
  • Gunakan alas kaki yang nyaman dan anti slip untuk treking.
  • Bila kamu kurang pandai berenang, sudah disediakan pelampung yang bisa kamu sewa.
  • Bila cuaca sedang buruk, segera tinggalkan lokasi curug demi keamanan.
  • Siapkan uang receh, pasalnya sepanjang jalan menuju gang masuk Curug Leuwi Hejo terdapat beberapa lokasi yang digunakan untuk praktek pungli. 
  • Bawalah baju ganti.
Setelah melihat segala potensi wisata yang ada di kawasan wisata alam Curug Leuwi Hejo, maka tak heran jikalau tempat ini termasuk sebagai wisata air terjun yang cukup populer di kota Bogor. Selain itu, tempat wisata di Sentul ini juga cukup terjangkau oleh banyak lapisan masyarakat, terlebih letaknya yang tak terlalu jauh dari pusat ibukota menjadikan curug ini menjadi destinasi wisata menarik bagi kaum urban. Sehingga patutlah rasanya memasukkan namanya dalam list tempat wisata di Bogor yang wajib untuk dikunjungi. 

Segala keindahan alam yang tersaji pada Curug Leuwi Hejo, menjadi tamparan yang membuat diri ini tersadar, semua itu belumlah seberapa jika dibandingkan dengan keindahan alam diluar sana. Keluarlah menjelajah alam yang luas, maka kamu akan menjelajah arti dari sebuah kehidupan. Niscaya kamu pun akan mengerti akan kebesaran Tuhan, walaupun manusia adalah mahluk lemah yang terkadang tersesat dan sering berburuk sangka terhadap Sang Khalik. Sebetulnya setiap hadiah tak selalu terbungkus dengan indah, kadang Tuhan membungkusnya dengan sebuah masalah, tetapi di dalamnya tetap ada berkah. Semua itu adalah bukti bahwasanya Tuhan adalah sebuah Zat Adigdaya Maya Penyayang, hanya saja manusia yang tak pernah mengerti. Sebetulnya karunia paling berarti yang dihadiahkan oleh Tuhan dalam hidup ini bukanlah berupa barang, melainkan kesempatan. Semoga kelak kita menjadi pribadi yang cerdas, yang tak akan menyia-nyiakan setiap kesempatan yang telah diberikan.