Air Terjun Coban Pawon | Antrukan Pawon Explore Wisata Lumajang Sendirian

Coban Pawon atau sering dikenal pula dengan nama "Antrukan Pawon" yakni sebuah wisata air terjun di Lumajang yang terbilang masih perawan. Memiliki alam yang begitu asri dan keunikan air terjun yang satu ini, membuat Coban Pawon begitu tepat untuk menyalurkan hobi akan sebuah petualangan.

Indonesia dikenal dengan bentang alam yang begitu kaya dan potensial, bahkan hal tersebut telah diakui oleh mancanegara. Disebut-sebut sebagai Surga di Khatulistiwa, tentulah bukan tanpa alasan. Pasalnya dari seluruh wilayah Indonesia, memang dikenal memiliki sumber daya dan panorama alam yang begitu indah tersebar dari Sabang hingga Marauke. Namun sumber daya alam bukanlah menjadi topik pokok dalam blog ini, dimana saya hanya menitik beratkan pada potensi wisata alamnya saja. Dari segala potensi bentang alam tersebut lah maka didapati ribuan lokasi indah, dari beberapa lokasi tersebut bahkan dewasa ini telah menjelma menjadi tempat wisata di Indonesia yang sudah bertaraf Internasional.

Namun jika bicara akan hal tersebut, memang saat ini belum begitu banyak lokasi tempat wisata yang sudah terkenal, sebut saja hanya seperti Bali dan Jogja. Akan tetapi ternyata bukan berarti kota-kota lainnya tak terdapat lokasi indah, seperti contohnya Lumajang. Jika kalian mungkin sudah tau akan tempat wisata di Lumajang, seperti Air Terjun Tumpak Sewu atau Air Terjun Goa Tetes. Maka kali ini, saya akan menambahkan sedikit informasi tentang wisata alam lainnya yang belum begitu banyak diketahui oleh khalayak umum. Air Terjun Coban Pawon memang belum begitu dikenal, mungkin dikarenakan belum adanya pihak pengelola tempat ini. Padahal air terjun di Lumajang ini memiliki keunikan jika dibandingkan dengan air terjun pada umumnya. Ingin tau keunikan tersebut? kamu dapat simak ulasannya secara detail dalam artikel dibawah ini.

Pada siang hari ini, saya akan mengulas perihal Air Terjun Coban Pawon atau Antrukan Pawon explore Wisata Lumajang sendirian. Semoga dari segala informasi yang nantinya akan disampaikan dapat diterima dan membantu bagi kamu ataupun para pembaca budiman lainnya.

berfoto di Coban pawon
nikmati keindahan Coban Pawon / Antrukan Pawon
Sebelumnya, apa kamu tau tentang Air Terjun Coban Pawon? ya, masih mencoba mengexplore kota Lumajang, Jawa Timur secara solo karir tak menghalangi niat serta tekad saya untuk mereview beberapa wisata alam di Lumajang, agar dapat kamu dijadikan sebagai rekomendasi tambahan. Tepat pada tanggal 15/01/2017, saya mendatangi lokasi Air Terjun Coban Pawon terletak di Desa Gucialit, Lumajang. Coban Pawon, keunikannya tak hanya dari segi namanya yang ternyata bukan tanpa sebab. Asal usul sejarah Coban Pawon itu sendiri berawal dari sebuah kata "Coban" atau "Antrukan" yang berarti sebuah kucuran air dan "Pawon" berarti sebuah tungku atau dapur (dalam bahasa Jawa), berarti memiliki arti sebuah air terjun yang memiliki  kucuran yang masuk kedalam sebuah tungku didalam dapur. Cukup unik bukan?

Seperti dalam penjelasan diawal bahwasanya Coban Pawon belumlah terlalu dikenal. Hal tersebut terang saja, dikarenakan wisata air terjun ini belum dikelola secara serius ataupun mendalam, bahkan terkesan seadanya. Tak ada sarana dan fasilitas apapun, melainkan hanya sebuah rumah milik "Bu Timah" yang dijadikan sebagai lokasi parkir kendaraan bilamana kamu berkunjung ke air terjun ini. Bu Timah menceritakan pada saya, sudah sejak lama ia dan beberapa para warga sekitar yang peduli akan keberadaan air terjun cantik ini saling bahu-membahu untuk merawat dan mengelola tempat ini. Beliau pun menuturkan bahwa besar harapannya untuk Coban Pawon ramai dikunjungi para wisatawan. Pihak Pemprov dan Dinas Pariwisata setempat bukan tak mengetahui keberadaan Coban Pawon, namun entah mengapa sampai saat ini belum ada tindak lanjut akan kejelasan tempat ini. Sehingga dengan usaha yang tebatas dan terbentur akan masalah modal, para warga terus berjuang untuk merawat Coban Pawon dengan seadanya.

Dikarenakan belum dikelola dengan baik, maka tak ada biaya retribusi tiket masuk yang dikenakan pada para pengunjung. Mereka hanya dikenakan biaya parkir kendaraan dirumah Bu Timah dengan biaya sekitar Rp. 5000/motor dan Rp. 10.000/mobil. Kemudian setelah memarkir kendaraan, kamu dapat berjalan menuju sebuah gang kecil yang berada disebrang jalan rumah Bu Timah untuk menuju lokasi Coban Pawon. Namun sebelum melakukan perjalanan trekking sepanjang setengah kilo, disarankan agar kamu mempersiapkan segala keperluan pribadi ataupun bahan logistik terlebih dahulu. Dikarena tak ada fasilitas apapun dilokasi air terjun, kamu dapat membeli segala keperluan disebuah warung dekat rumah Bu Timah. Jika menelisik lebih jauh keadaan jalur yang akan dilalui, memang terkesan seadanya. Dimana jalan tersebut bertekstur tanah liat dan bilamana sehabis hujan turun, maka kondisinya akan becek dan berlumpur. Untuk rambu petunjuk menuju lokasi air terjun pun belum ada, hanya terdapat tulisan/tanda panah dari sebuah cat merah pada titik-titik tertentu dan itupun sebagian sudah ada yang luntur/rusak.

suasana parkir kendaraan
lokasi parkir kendaraan dirumah Bu Timah
Lumayan jauh kaki melangkah melewati lumpur dan pepohonan tumbuhan lengkuas yang banyak terdapat disepanjang jalur, maka tibalah dari kejuahan terdengar suara gemericik air yang menandakan lokasinya sudah dekat. Menuruni jalan setapak untuk turun kedasar sungai pun dilalui, kemudian kamu diharuskan menyebrang sungai kecil dengan aliran yang tak begitu deras, maka tibalah kamu dilokasi Air Terjun Coban Pawon. Bibir penuh dosa ini pun mengucap syukur dan takjub akan salah satu bentuk kebesaran Sang Illahi. Bagaimana tidak, sebuah air terjun yang tak terlalu tinggi mungkin hanya sekitar 15-17 meter langsung jatuh kedalam sebuah goa.

Perihal reka ulang tentang keadaan geologis Air Terjun Coban Pawon, menurut asumsi dan nalar saya yang belum bisa dipastikan akan kebenarannya, mungkin dahulu kala terdapat sebuah kubah besar yang terbuat dari batu karang besar berada tepat dibawah sebuah air terjun. Seiring berjalannya sang waktu, dikarenakan kucuran air terjun tersebut tepat jatuh diatas sebuah kubah karang, maka jatuhan air tersebut mengikis dan melubangi kubah karang tersebut. Sehingga membentuklah sebuah lubang, air yang menembus kedalam kubah tersebut pun mengalir menjadi satu aliran sungai yang lamban launpun mengikis dan melubangi bagian dalam kubah karang, sehingga membentuklah layaknya sebuah perut goa seperti saat ini. Pendapat sederhana saya ini, mungkin benar dan mungkin pula salah, semua saya kembalikan pada para pembaca sekalian.

view air terjun dari mulut goa
view dari mulut goa

bagian atas coban pawon
view air terjun bagian atas

coban pawon
view air terjun Coban Pawon

selfie
selfie dulu dong
Keunikan bentuk dan lokasi Coban Pawon inilah yang menjadi keindahan akan nilai sebuah estetika, sehingga terbilang cukup jarang ditemui pada air terjun lainnya. Bahkan tertarik akan keindahannya terdapat sebuah kelompok pemuda yang tertarik untuk membuat film trailer dokumenter yang mengangkat Coban Pawon sebagai tugas prakarya sekolah. Bertemu dan berbincang dengan salah satu murid dari SMP Negeri 1 Kencong, Jember mereka bercerita bahwa inilah pertama kalinya mereka mencoba membuat sebuah karya film dokumenter amatir, yaa menurut saya hal tersebut sangat baik dan patut untuk diapresiasikan, selain untuk mengasah kreatif dan juga dapat memupuk kepedulian terhadap lingkungan khususnya alam di Indonesia sejak sedini mungkin.

proses syuting
proses syuting
Sikon Air Terjun Coban Pawon memang sangat tak dianjurkan bagi kamu untuk berenang, sehingga kamu hanya dapat mengagumi keindahannya melalui media foto saja. Bagi kamu pengemar hobi tersebut, rasanya memanglah sangat direkomendasikan untuk mengunjungi Coban Pawon. Dengan memiliki bentuk unik, pastinya akan menghasilkan sebuah karya foto yang bernilai estetika tinggi.

Sebuah fakta tentang air terjun di Lumajang yang jarang orang ketahui, taukah kamu mengapa kebanyakan air terjun di Lumajang memiliki air yang terbilang berwarna kecoklatan dan agak keruh? Warna pada air memang dapat dipengaruhi dengan berbagai faktor, misalnya bahan-bahan organik seperti dekomposisi dari tumbuhan sekitar yang mati, kandungan plankton dalam air ataupun bersal dari pasir ataupun lumpur yang berada di dasar sungai. Untuk kebanyakan aliran sungai di Lumajang, memang memiliki potensi sumber daya pasir yang berlimpah, sehingga sering kali diexploitasi oleh para penambang pasir. Kemungkinan dikarenakan banyaknya aliran-alilran sungai besar yang dikeruk pasirnya secara berlebih yang menyebabkan warna air sungai cenderung berwarna kecoklatan.

Bagi kamu yang ingin berkunjung, kamu dapat mengikuti rute jalan menuju Air Terjun Coban Pawon dengan berbagai opsi pilihan. Dari domisili kamu saat ini, kamu diharuskan terlebih dahulu tiba di kota Lumajang. Bila kamu berada di daerah Jember dan sekitarnya, kamu dapat mengikuti rute sebagai berikut,
  • Opsi pertama, kamu dapat mengikuti rute Jember-Lumajang Kota-Gucialit dengan lama perjalanan biasanya dapat mencapai antara 90-120 menit tergantung kondisi lalin. Dari arah Jember, kamu dapat menuju Alun-Alun Lumajang ataupun langsung menuju Terminal Minak Koncar Wonorejo, kemudian kamu dapat langsung menuju Kecamatan Klakah. Setelah itu kamu dapat menuju Desa Kertowo, Gucialit untuk langsung menuju lokasi Coban Pawon. Rute ini saya gunakan dalam perjalanan pulang (dari Coban Pawon menuju Jember).
  • Opsi kedua, bila kamu berada dari arah Pronojiwo, Dampit dan sekitarnya, kamu dapat menuju tugu yang berada di Tempeh. Kemudian belok pada tugu tersebut menuju Desa Kloposawit, setelah itu ikuti marka peunjuk jalan menuju arah Senduro/B29 Lumajang. Lalu ikuti jalan tersebut hingga menemukan marka petunjuk jalan kembali menuju arah Selokambang. Sesampainya dikota Lumajang kamu cukup ikuti saja marka petunjuk menuju Gucialit/Air Terjun Pawon. Namun bila menggunakan rute ini, sesampainya di Gucialit belum ada petunjuk/marka jalan yang jelas menuju Coban Pawon, sehingga kamu dapat menayakan pada warga sekitar tentang lokasinya. 
tugu
tugu di Tempeh


marka jalan
ikuti arah Senduro

marka jalan2
ikuti arah Selokambang

marka jalan3
ikuti arah Air Terjun Pawon
*Tips
  • Untuk rute jalan, sebaiknya kamu menggunakan opsi pertama karena lebih mudah. 
  • Gunakan smartphone kamu sebagai panduan tambahan tentang lokasi Coban Pawon.
  • Bila bingung, kamu dapat menanyakan pada warga sekitar tentang lokasinya, namun warga sekitar lebih mengenal dengan nama "Antrukan Pawon".
  • Pastikan BBM kendaraan kamu cukup, pasalnya cukup jarang ditemui SPBU di Gucialit.
  • Fasilitas toilet dapat menggunakan dirumah Bu Timah.
  • Gunakan alas kaki yang nyaman dan aman, utamakan yang antislip mengingat jalurnya becek dan licin. Lebih baik menggunakan sepatu gunun/sendal gunung.
Berkunjungi ke Air Terjun Coban Pawon, memperlihatkan dan membuktikan bahwasanya begitu banyak potensi yang terdapat di Surga Khatulistiwa ini. Bangsa Indonesia patutlah berbangga diri akan anugerah yang telah diberikan oleh Tuhan. Namun apa yang terjadi saat ini, bangsa masih saja dalam sebuah keterpurukan dalam segala sektor dan aspek kehidupan. Lalu siapakah yang disalahkan? tak ada yang perlu disalahkan, melainkan kita hanya butuh perubahan. Mulailah dari diri sendiri dan tak perlu berkoar-koar akan perubahan itu, namun cukup buktikan saja, biarlah mereka melihat dan menirumu melalui fakta-fakta yang telah ada.
Kamu dapat membaca pula tentang Pantai Sundak Jogja
Demikianlah ulasan saya perihal Air Terjun Coban Pawon atau Antrukan Pawon explolre Wisata Lumajang sendirian. Semoga dari segala informasi yang disampaikan dengan sebenarnya tersebut, dapat dijadikan sumber referensi tambahan bagi kamu ataupun para pembaca budiman dimanapun anda berada.